Selamat Berkunjung.... Semoga Dengan Kunjungan Anda Akan Menyerikan Lagi Blog Ini,Salam Ukhwahfillah Dari Bumi Anbiya'...Moga Kejayaan Milik Bersama...Amin Ya Rabbal 'Alamin

May 4, 2009

Melihat Ketika Dia Tidur....

Pernahkah anda menatap orang-orang
yang anda sayang saat mereka sedang tidur?
Kalau belum, cubalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur.

Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur
dari seseorang.

Seorang artis yang ketika di panggung
begitu cantik dan gemerlap pun
akan tampak polos dan jauh
berbeza jika ia sedang tidur.

Orang paling kejam di dunia pun
jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah anda
saat beliau sedang tidur.
Sedarilah, betapa badan yang dulu kuat dan gagah itu kini semakin tua
dan lemah, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya,
betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya.
Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita,
anak-anaknya.
Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan
pendidikan kita lancar.



Sekarang, beralihlah. ...
Lihatlah ibu anda....
Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-
belai tubuh bayi kita itu kini kasar kerana menempuhi kehidupan yang
mencabar demi kita.
Orang inilah yang tiap hari
menguruskan keperluan kita.
Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan membebeli kita semata-
mata kerana rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita
salah ertikan.

Cubalah menatap wajah orang-orang
yang kita cintai..sayangi itu...
Ayah, Ibu, Suami,
Isteri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat,
Semuanya...

Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir
perlahan-lahan
saat menatap wajah mereka yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa
banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk
kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang-kadang tertutupi oleh salah
faham kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.

Secara ajaib Tuhan mengatur agar
pengorbanan itu akan tampak lagi
melalui wajah-wajah jujur mereka
saat sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan
serta memenatkan mereka
namun enggan mereka ungkapkan.
Dan ekspresi wajah ketika tidur pun
membantu untuk mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia
berkata... "betapa lelahnya..penatnya aku hari ini".
Dan penyebab lelah dan penat itu?
Untuk siapa dia berpenat lelah
Tak lain adalah
KITA.....

Suami yang bekerja keras mencari nafkah, isteri yang bekerja keras
mengurus dan mendidik anak, juga rumah.
Kakak, adik, anak, dan sahabat yang
telah menemani hari-hari suka dan duka bersama kita.

Resapilah kenangan-kenangan manis dan
pahit yang pernah terjadi dengan
menatap wajah-wajah mereka.
Rasakanlah betapa kebahagiaan dan
rasa terharu seketika menerpa jika
mengingat itu semua.

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok mereka "orang-orang
terkasih itu"
tak lagi membuka matanya,
untuk selamanya ... "

ADAB MENDENGAR AZAN

Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan waktunya
yang tidak kita ketahui. Cuba kita amati. Mengapa
kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal tidak dapat
berkata apa-apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik
mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'.

Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: "Hendaklah
kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah
akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya."Ini
jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan
diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan
berkumandang. Sebagai orang beragama Islam kita wajib
menghormati azan. Banyak fadhilatnya. Jika lagu
kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan
diri.

Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri?
Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan, Allah
akan kelukan lidahnya ketika nazak. Kita takut dengan
kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita
tidak dapat mengucap kalimah "Lailahaillallah.." yang
mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika
nyawanya akan dicabut Allah dgn izinNya menjanjikan
syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama
menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah
ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut. "Ya
Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian
yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap
kalimah "Lailahaillallah.." semasa sakaratul maut
menghampiri kami. Amin.. amin.. amin Yarobbal
a'lamin.."


WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada SAIDINA ALI R.A.;

Wahai Ali, bagi orang 'ALIM itu ada 3 tanda2nya:
1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauhi segala yg haram.
3) Merendahkan diri.


Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3 tanda2nya:
1) Merahsiakan ibadahnya.
2) Merahsiakan sedekahnya.
3) Merahsiakan ujian yg menimpanya.


Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3 tanda2nya:
1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam
keharaman.


Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda2nya:
1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.

May 3, 2009

still there're tears in my eyes...

I ran into a stranger as he passed by,
"Oh, excuse me, please," was my reply.

He said,
"Please excuse me too; I wasn't watching for you."

We were very polite, this stranger and I.
We went on our way and we said goodbye.

But at home a different story is told.
How we treat our loved ones, young and old.

Later that day, cooking the evening meal,
my son stood beside me very still.

When I turned, I nearly knocked him down.
"Move out of the way," I said with a frown.



He walked away, his little heart broken.
I didn't realize how harshly I'd spoken.

While I lay awake in bed, God's still small voice came to me and said,
"While dealing with a stranger, common courtesy you use, but the family you love, you seem to abuse. Go and look on the kitchen floor, you'll find some flowers there by the door. Those are the flowers he brought for you. He picked them himself: pink, yellow and blue. He stood very quietly not to spoil the surprise, you never saw the tears that filled his little eyes."

By this time, I felt very small and now my tears began to fall.

I quietly went and knelt by his bed;
"Wake up, little one, wake up," I said.
"Are these the flowers you picked for me?"

He smiled,
"I found 'em, out by the tree.
I picked 'em because they're pretty like you.
I knew you'd like 'em, especially the blue."

I said,
"Son, I'm very sorry for the way I acted today;
I shouldn't have yelled at you that way."

He said,
"Oh, Mom, that's okay. I love you anyway."

I said,
"Son, I love you too,
and I do like the flowers, especially the blue."

FAMILY
Are you aware that if we died tomorrow,
the company that we are working for could easily
replace us in a matter of days.
But the family we left behind will feel
the loss for the rest of their lives.



Do you know what the word FAMILY means?

"F"= FATHER
"A"= AND
"M"= MOTHER
"I"= I
"L"= LOVE
"Y"= YOU

.:Pelawat Bebas:.

.:Uji Minda:.

.:Chating YM:.